Parameter

Uji

Penjelasan Parameter Uji

1. Dissolved Gas Analysis (DGA)
ASTM D3612-02(2017) Method C
Interpretasi : IEEE C57.104-2019

Oil Analysis
IEC 60422 : 2013 “Mineral Insulating Oils in Electrical Equipment – Supervision and Maintenance Guidance”.

2. Color / Apperance
ASTM D1500-12(2017)

3. Visual Examination
ASTM D1524-15 (2022)

4. Moisture or Water Content by Karl Fischer
ASTM D1533-20

5. Neutralization Number or Acidity
ASTM D974-22

6. Interfacial Tension
ASTM D971-20

7. Breakdown Voltage
ASTM D877-19

8. Oil Quality Index Number (OQIN) or Myers Index Number (MIN)
WP 222 or S. D. Myers

9. Dielectric Dissipation Factor & Resistivity @ 90 °C
ASTM D924-15

10. Specific Gravity or Density
ASTM D1298-12b (2017)

11. Flash Point PMCC
ASTM D93-20

12. Sediment & Sludge Content
ASTM D1698-03

13. Kinematic Viscosity @ 40 °C
ASTM D445-24

14. Corrosive Sulphur
ASTM D1275-15

15. Metals in Oils
ASTM D7151-15

16. Furan
ASTM D5837-15

17. Inhibitor Content
ASTM D4768-11 (2019)

18. PCB Content
IEC 61619:2015

1. Dissolved Gas Analysis

DGA merupakan indikasi utama adanya masalah, dapat mengidentifikasi kerusakan pada kertas dan oli trafo, overheating, hot spots, partial discharge, dan arcing. Indikator penting dalam DGA adalah pembentukan dan laju kenaikan masing-masing gas dan konsentrasinya ( jumlah ).

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D3612-02 (2017) Method C “ Standard Test Method  for Analysis of Gases Disolved in Electrical Insulating Oils by Gas Chromatography”, 

Interpretasi hasil pengujian menggunakan standar IEEE C57.104 – 2019 “ IEEE Guide for the Interpretation of Gases Generated in Mineral Oil-Immersed Transformers”. 

*) Methode C – Headspace Sampler

Tabel 1 digunakan sebagai batas bawah interpretasi hasil pengujian

Tabel 2 digunakan sebagai batas atas interpretasi hasil pengujian

Tabel 3 digunakan jika sudah mendapatkan 2 data pengujian

Delta ( Δ ) hasil pengurangan data terakhir dengan data sebelumnya

Tabel 4 digunakan jika sudah mendapatkan 3 atau lebih data pengujian

Tabel 4 digunakan jika sudah mendapatkan 3 atau lebih data pengujian
Untuk mendapatkan Rate gas/year dengan persyaratan 3 -6 Data dalam rentang waktu 9 – 24 bulan

Oil

ANALISIS

Untuk pengujian Kualitas Oli Trafo, kami menggunakan IEC 60422 : 2013
“Mineral Insulating Oils in Electrical Equipment – Supervision and Maintenance Guidance”.
sebagai Acuan

2. Color / Apperance

Warna merupakan sifat fisik minyak. Sebagai pengujian oli baru, warna yang sangat rendah merupakan indikasi minyak yang sangat murni dan merupakan ukuran relatif kemurnian minyak. Nilai tipikal minyak baru untuk warna kurang dari 0,5 pada skala ASTM. Seiring bertambahnya usia oli dalam servis dan teroksidasi, warna biasanya meningkat, dan oli terlihat semakin gelap. Pengujian ini dilakukan untuk melihat warna dan kejernihan pada minyak trafo.

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 1500-12 (2017) “Standard Test Method for ASTM Color of Petroleum Products ( ASTM Color Scale )”.

3. Visual Examination

Pemeriksaan visual pada oli baru atau oli yang sedang digunakan adalah uji lulus-gagal yang mencari kondisi atau material asing dalam sampel oli. “Nilai lulus,” baik untuk oli baru atau oli yang sedang digunakan, adalah beberapa variasi dari “bening dan cemerlang” yang berarti tidak ada bukti partikel tersuspensi, kekeruhan, endapan, atau kondisi apa pun yang diakibatkan oleh kontaminasi oleh padatan atau air bebas.

 

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM-D1524-15 (2022) “Standards Test Methode for Visual Examination of Used Electrical Insulating Liquids in the Field”.

4. Moisture or Water Content by KF

Pada dasarnya minyak dan air merupakan dua hal yang berlawanan. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kadar air yang terkandung dalam minyak. Secara signifikan, kandungan air dalam minyak secara langsung akan menurunkan kemampuan dielektrik minyak. Selain itu air akan memicu oksidasi pada minyak sehingga dapat menurunkan kualitas minyak secara umum, oksidasi juga akan meningkatkan kadar keasaman ( Acidity )  yang terkandung dalam minyak.

   Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 1533-20 “Standard Test Method for Water in Insulating Liquids by Coulometric Karl Fischer Titration”

5. Neutralization Number or Acidity

lab karsadaya

Interfacial Tension adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan minyak dalam menolak air serta mendeteksi sejumlah kecil kontaminan polar terlarut serta produk oksidasi pada minyak isolasi listrik. IFT sendiri juga merupakan suatu pengujian yang kualitasnya dipengaruhi oleh Tingkat oksidasi yang terjadi pada minyak trafo. Asam yang terbentuk dari hasil oksidasi minyak akan berpengaruh besar terhadap nilai IFT.

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 971 – 20 “Standard Test Method for Interfacial Tension of Oil Againts Water by the Ring Method”.

6. Interfacial Tension

Interfacial Tension adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan minyak dalam menolak air serta mendeteksi sejumlah kecil kontaminan polar terlarut serta produk oksidasi pada minyak isolasi listrik. IFT sendiri juga merupakan suatu pengujian yang kualitasnya dipengaruhi oleh Tingkat oksidasi yang terjadi pada minyak trafo. Asam yang terbentuk dari hasil oksidasi minyak akan berpengaruh besar terhadap nilai IFT.

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 971-20 “Standard Test Method for Interfacial Tension of Oil Againts Water by the Ring Method”.

7. Breakdown Voltage

Tegangan tembus ( Breakdown Voltage ) merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan dielektrik pada minyak trafo. Tegangan tembus pada umumnya dipengaruhi oleh kadar air yang terkadung dalam minyak, dimana kadar air yang tinggi dapat menurunkan nilai tegangan tembus.

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 877-19 “Standard Test Method for Dielectric Breakdown Voltage of Insulating Liquids Using Disk Electrodes”.

8. Oil Quality Index Number (OQIN)

Penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang pasti antara bilangan asam (NN) dan Tegangan Antarmuka (IFT). Peningkatan NN biasanya diikuti oleh penurunan IFT. Membagi Tegangan Antarmuka (IFT) dengan Bilangan Asam (NN) memberikan nilai numerik yang merupakan cara yang sangat baik untuk mengevaluasi kondisi oli. Nilai ini dikenal sebagai Indeks Kualitas Oli (OQIN) atau Angka Indeks Myers (MIN).

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode WP 222 or S. D. Myers – A Guide to Transformer Maintenance.

9. Dielectric Dissipation Factor & Resistivity @ 90 °C

Faktor Dissipasi atau Faktor Daya Cair merupakan pengujian untuk mengetahui ukuran dielectric losses dalam cairan isolasi bila digunakan dalam medan listrik arus bolak-balik. Resistivitas dapat diukur pada perangkat yang sama, tetapi dengan arus searah, bukan arus bolak-balik. Ini merupakan sifat kelistrikan minyak, berkaitan dengan fungsinya. Resistivitas yang tinggi mencerminkan rendahnya kandungan kontaminan. Faktor Dissipasi dan Resistivitas dipengaruhi langsung oleh Moisture ( Kadar Air ), Oksidasi dan Kontaminasi. Pengujian ini sangat berguna karena sensitive terhadap Moisture ( Kadar Air ), Oksidasi dan Kontaminasi dari sumber luar.

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode IEC 60247-2004 “Insulating Liquids – Measurement of Relative Permittivitty, DDF and Tan Delta”.

10. Specific Gravity or Density

Kepadatan Relatif ( Berat Jenis ) adalah perbandingan langsung antara kepadatan ( massa per volume ) cairan isolasi dengan air. Air memiliki berat jenis 1.000 sedangkan minyak mineral transformator lebih ringan daripada air, sehingga berat jenisnya kurang dari satu. Spesifikasi umum untuk minyak baru adalah 0.84 hingga 0.91.

Ini adalah uji sifat fisik yang berkaitan dengan komposisi dan fungsi minyak. Berat jenis secara langsung memengaruhi perpindahan panas. Berat jenis minyak dipengaruhi oleh panjang dan struktur hidrokarbon dalam minyak. Campuran hidrokarbon yang berfungsi sebagai cairan dielektrik transformator biasanya memiliki berat jenis dalam kisaran yang relatif sempit.

Berat jenis minyak tidak boleh berubah karena penuaan. Perubahan signifikan saat digunakan merupakan indikasi bahwa oli telah terkontaminasi.

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 1298-12b (2017) “Standard Test Method for Density, Relative Density, or API Gravity of Crude Petroleum and Liquid Petroleum Products by Hydrometer Method”.

11. Flash Point

Titik Nyala merupakan sifat fisik minyak. Karena titik nyala dipengaruhi langsung oleh berat molekul dan jenis hidrokarbon dalam minyak, maka pengukurannya dianggap sebagai indikasi komposisi minyak. Pengujian ini juga merupakan pengujian fungsi oli. Batas spesifikasi titik nyala oli harus ditingkatkan untuk menjaga margin keamanan. Pengujian yang dilakukan untuk menentukan suhu terendah dimana uapnya menyala dari sumber penyalaan.

  Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 93-20 “Standard Test Method for Flash Point Pensky-Marteen Closed Cup [ PMCC ]”.

12. Sediment & Sludge Content

Sediment & Sludge Content merupakan pengujian yang dilakukan untuk melihat material yang terbentuk pada minyak yang berasal dari oksidasi atau degradasi isolator padat dan cair, material sisa proses perbaikan trafo, dan material asing lainnya. 

  Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 1698-03 “Standard Test Method for Sediments and Soluble Sludge in Service-Aged Insulating Oils”.

13. Kinematic Viscosity @ 40 °C

Metode pengujian ini menetapkan prosedur untuk penentuan viskositas kinematik dari produk minyak bumi cair dengan mengukur waktu yang dibutuhkan volume cairan untuk mengalir di bawah gravitasi melalui viskometer kapiler kaca yang terkalibrasi

Viskositas kinematik adalah suatu rasio antara viskositas absolut untuk kepadatan ( densitas ) dengan jumlah dimana tidak ada kekuatan yang terlibat.

Viskositas kinematik dihitung dengan membagi viskositas absolut cairan dengan densitas massa cairan.

 Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D445-24 “Standard Test Method for Kinematic Viscosity of Transparent and Opaque Liquids (and Calculation of Dynamic Viscosity)”.

14. Corrosive Sulphur

Belerang korosif adalah sifat kimia minyak. Meskipun kandungan sulfur berkaitan dengan komposisi minyak, ada atau tidaknya sulfur korosif dalam minyak baru dianggap sebagai uji kemurnian.  Minyak transformator baru yang dimurnikan dengan benar harus lulus uji sulfur korosif. Unsur belerang bebas dan beberapa senyawa yang mengandung belerang dalam minyak baru akan bereaksi dengan logam dalam transformator, terutama tembaga dan perak, yang menyebabkan korosi pada konduktor, sambungan, dan sambungan solder. Test ini diperuntukkan untuk oli baru.

  Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 1275-15 “Standar Test Method for Corrosive Sulfur in Electrical Insulating Oils”.

15. Metal in Oils

Tembaga terlarut dan logam lainnya bertindak sebagai katalis untuk mendorong oksidasi dan juga berfungsi untuk meningkatkan faktor dissipasi ke tingkat yang tidak dapat diterima. Analisis logam terlarut juga berguna untuk membantu mendiagnosis kondisi kesalahan seperti panas berlebih atau percikan api yang ditunjukkan oleh pengujian lain seperti analisis gas terlarut. Analisis logam terlarut terkadang dilakukan pada minyak baru untuk mengevaluasi apakah penyulingan dan penyimpanan menyebabkan peningkatan kadar logam terlarut yang dimasukkan ke dalam sistem.

Metal in Oils merupakan pegujian untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi logam ( Logam Terlarut ) pada minyak trafo. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan intensitas emisi unsur-unsur pada benda uji dengan intensitas emisi yang diukur dengan suatu standar, maka dapat dihitung konsentrasi unsur-unsur dalam benda uji.

  Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D7151-15 “Standard Test Method for Determination of Elements in Insulating Oils by Inductively Coupled Plasma Atomic Emission Spectrometry ( ICP-AES )”.

16. Furan

Analisis senyawa furan ( 2-furaldehida dan beberapa turunannya ) dalam minyak merupakan uji sifat kimia. Senyawa furan biasanya hanya terdapat dalam minyak akibat degradasi kertas. Furan adalah pengujian untuk mengetahui penurunan umur dari isolator kertas, pada dasarnya disebabkan oleh degradasi kertas itu sendiri. Hasil dari degradasi tersebut akan larut dalam minyak trafo.

Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D 5837-15 “Standard Test Method for Furanic Compounds in Electrical Insulating Liquids by High-Performance Liquid Chromatography ( HPLC )”.

17. Inhibitor Content ( DBPC and DBP )

Pengujian ini mengukur dua senyawa ( DBPC dan DBP ) yang digunakan sebagai inhibitor oksidasi tambahan, kandungan total kedua senyawa tersebut sebagai inhibitor oksidasi total. Ini adalah pengujian sifat kimia minyak. Pengujian ini dilakukan pada oli baru dan sebagai pengujian pemeliharaan dan pemantauan pada oli yang sedang digunakan. Oli baru biasanya dicirikan sebagai Tipe I ( tanpa hambatan ), dengan kandungan inhibitor maksimum sebesar 0,08 % berat, atau Tipe II ( dengan penghambatan ). Kisaran spesifikasi kadar inhibitor adalah 0,10 % hingga 0,40 %.

   Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode ASTM D4768-11 (2019) “Standard Test Method for Analysis of 2,6-Ditertiary-Butyl Para-Cresol and 2,6-Ditertiary-Butyl Phenol in Insulating Liquids by Gas Chromatography”.

18. PCB Content

PCB Content dalam cairan isolasi merupakan uji sifat kimia. Hal ini dilakukan terutama untuk tujuan mematuhi berbagai persyaratan lingkungan dan peraturan yang mengatur pengelolaan PCB. Oli baru seharusnya “tidak terdeteksi” untuk PCB. Pengujian dilakukan dengan metode Gas Chromatography (GC). PCB merupakan bahan aditif yang bersifat supportif pada minyak trafo, namun berbahaya bagi lingkungan jika dalam jumlah yang tinggi.

  Batasan PCB Content berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.29/MENLHK/SETJEN/PLB.3/12/2020 tentang Pengelolaan PCB ( Polychlorinated Biphenyls ).

  Untuk Pengujian PT Karsa Daya Persada menggunakan Metode IEC 61619:2015 “Insulating Liquids – Contamination by Polychlorinates Biphenyls ( PCBs ) – Method of Determination by Capillary Column Gas Chromatography”